OOGENESIS
Oogenesis adalah
pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Oogenesisdimulai dengan
pembentukan sel telur yang disebut oogonia (tunggal :oogonium). Pembentukan
sel telur pada manusia telah dimulai sejak di dalam kandungan, yaitu didalam ovari
fetus perempuan. Pada akhir bulan ketiga usia fetus, semus oogonia
yang bersifat diploid telah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap
pembelahan.
Semula oogoniamembelah
secara mitosi menghasilkan oosit primer. Pada perkembangan fetus selanjutnya,
semua oosit primer membelah secara meiosis, tetapihanya sampai pada fase
profase. Pembelahan meiosi tersebut berhenti sampai fase profase.
Pembelahan meiosis tersebut berhenti hingga bayi lahir dan mencapai
masa pubertas (berusia sekitar 11 sampai 14 tahun). Setelah bayi
perempuan dilahirkan,ovariumnya mampu menghasilkan sekitar 2 juta oosit primer.
Sebagian besar dari oosit primer mengalami kematian setiap hari sampai
masa pubertas.
Pada saat itu, oosit
primer yang tersisa hanya seitar 400.000.Memasuki masa pubertas, oosit
melanjutkan pembelahan pembelahan meiosis I.hasil pembelahan tersebut
berupa dua sel haploid, satu sel yang besar disebut oositsekunder dan satu
sel berukuran kebih kecil yang disebut badan kutub primer.Pada tahap selanjutnya,
oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan meiosis
II. Namun, pembelahan tersebut dapat berlangsung jika terjadifertilisasi. Pada
saat itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yaitu satu
sel berukuran normal disebut ootid dan satu sel lagi berukuran lebih kecil
disebut badankutub sekunder. Badan kutub tersebut bergabung dengan dua badan
kutub sekunder lainnya yang berasal dari pembelahan badan kutub primer
sehingga di peroleh tiga badankutub sekunder. Ootid mengalami perkembangan
lebih lanjut menjadi ovum matang,sedangkan ketiga badan kutub mengalami
degenerasi (hancur). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada oogenesis
hanya menghasilkan satu ovum.
Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu:
a. Hormon FSH (Follicle
Stimulating Hormone)
Berfungsi
untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel
b. Hormon LH (Luteinizing
Hormone)
Berfungsi
merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pengeluaran sel ovum)
c. Hormon estrogen
Estrogen berfungsi
menimbulkan sifat kelamin sekunder
d. Hormon progesteron
Hormon progesteron berfungsi
juga untuk menebalkan dinding endometrium.
Jaringan
Pengikat & Jaringan Tulang Rawan (pada jaringan hewan)
Jaringan
ikat yang berfungsi mengikat atau
menyatukan beberapa jaringan membentuk organ dan berbagai organ membentuk
sistem organ. Bentuk sel yg terdapat jaringan ikat tidak teratur,sitoplasmanya
bergranula dengan inti yg bergelembung, jaringan yg mempunyai sejumlah besar
bahan serabut yang membantu menyokong sel-sel pada jaringan.
1)Jaringan ikat Biasa
Berfungsi
untuk melindungi jaringan dan organ dan mengikat sel-sel untuk membentuk
jaringan dan mengikat jaringan dan jaringan untuk membentuk organ. Jaringan ikat
tersusun atas matriks dan sel-sel penyusun jaringan ikat. Matriks
adalah bahan dasar sesuatu melekat.
Sel-sel jaringan ikat:
Ø
Fibroblas : berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan
protein untuk membentuk matriks
Ø
Makrophag : tidak mempunyai
bentuk tetap dan terspesialisasi menjadi fagositosis
Ø
Sel lemak : menyerupai fibroblas dan berfungsi untuk menimbun lemak
Ø
Sel plasma : Berbentuk seperti eritrosit dan berfungsi utnuk
meghasilkan antibody.
Ø
Sel tiang (mast cell) : berfungsi untuk heparin dan histamine
Jaringan Ikat berdasarkan struktur dan
fungsinya,
a) Jaringan Ikat Longgar

Susunan jaringan ikat longgar dapat Anda amati
pada Gambar 3. Jaringan ini mempunyai ciri ciri utama yaitu susunan
serat-seratnya yang longgar. Matriksnya berupa cairan lendir (mucus). Pada
matriks terdapat berkas serabut kolagen yang fleksibel, tetapi tidak elastis.
Adanya serabut kolagen memungkinkan terjadinya gerakan dari bagian-bagian yang
saling dihubungkan. Pada matriks juga terdapat fibroblast, sel mast, dan plasma
sel. Jaringan ikat longgar mempunyai beberapa fungsi berikut :
(1) Membentuk membran yang membatasi jantung
dan rongga perut.
(2) Mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya.
(3) Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ.
(4) Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium.
(5) Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh.
(6) Memberi bentuk organ dalam seperti kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati.
(2) Mengikatkan kulit pada jaringan di bawahnya.
(3) Mengelilingi pembuluh darah dan saraf yang menyusup ke organ.
(4) Pengikat lapisan epitelium pipih membentuk lembar mesenterium.
(5) Membantu melekatkan organ pada otot dinding tubuh.
(6) Memberi bentuk organ dalam seperti kelenjar limfa, sumsum tulang, dan hati.
b) Jaringan Ikat Padat
Jaringan ini mempunyai struktur serat-serat
terutama kolagen yang padat. Jaringan ikat padat dibedakan menjadi
jaringan-jaringan ikat padat teratur dan tidak teratur. Jaringan ikat padat
teratur mempunyai berkas kolagen yang tersusun teratur ke satu arah, misalnya
pada tendon. Sementara itu, jaringan ikat padat tidak teratur mempunyai berkas
kolagen yang menyebar membentuk anyaman kasa yang kuat, misalnya di lapisan bawah
kulit.
c) Jaringan Ikat Elastis Kuning
> memiliki ciri-ciri matriks mengandung serabut elastic kuning yang
bercabang dan membentuk anyaman, anyaman serabut ini yg menghasilkan zat
elastic. Jaringan ini terdapat di dinding arteri dan ligament, jaringan ini
juga berfungsi sebnagai penyokong & pelindung yg bersifat elastic.
d) Jaringan Lemak
>Jaringan lemak ini berfungsi menyimpan lemak sebagai cadangan makanan,
dan sebagai bantalan. Jaringan ini
bersifat longgar, selain itu mengandung sel lemak dalam jumlah besar, yang
berbentuk bulat (polygonal) dan berdinding tipis. Jaringan yg terdapat di
epidermis kulit, bantalan persendian,sumsum tulang panjang, dan sekitar ginjal.

e) Jaringan
Tulang Rawan (Salah satu macam jaringan ikat)
Matriks jaringan tulang rawan terdiri atas
kondrin, yaitu zat jernih seperti kanji yang terbuat dari mukopolisakarida dan
fosfat. Oleh karena itu, sel tulang rawan disebut kondrosit. Kondrosit
berfungsi mensintesis dan mempertahankan matriks yang mengandung serabut
kolagen, serabut elastis, dan serabut fibrosa. Kondrin dihasilkan oleh sel
kondroblast yang terletak pada lakuna. Tulang rawan selalu terbungkus oleh
membran perikondrium karena masih bersifat lunak.
Jaringan tulang rawan pada anak berasal dari jaringan
ikat embrional (mesenkim), sedangkan pada orang dewasa dibentuk oleh selaput
rawan atau fibrosa tipis yang dinamakan perikondrium. Pada stadium embrio,
rangka hewan mamalia terdiri atas kartilago (tulang rawan). Pada perkembangan
selanjutnya, sebagian mengalami osifikasi (mengeras) menjadi tulang keras dan
hanya sebagian kecil yang tersisa pada stadium dewasa. Misalnya pada daun
telinga, hidung, serta antarruas tulang belakang dan tulang dada.
Ø berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal
embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan
tulang dan sendi.
.
Jaringan tulang rawan yang
terdapat pada trakeaJaringan tulang rawan (kartilago) terdiri atas kartilago
hialin, kartilago fibrosa, dan kartilago elastic:
(1) Kartilago Hialin
Kartilago hialin mengandung serabut kolagen yang halus, berwarna putih
kebirubiruan, dan tembus cahaya. Kartilago hialin terdapat pada ujung tulang
keras, cakram epifisis, persendian, dan saluran pernapasan (dari hidung sampai
dengan bronkus). Kartilago hialin berfungsi untuk memberi kekuatan, menyokong
rangka embrionik, menyokong bagian tertentu rangka dewasa, dan membantu
pergerakan persendian. Anda dapat mengamati penampang kartilago hialin pada
(2) Kartilago Fibrosa
Kartilago fibrosa mengandung serabut kolagen
yang padat dan kasar sehingga matriksnya berwarna gelap dan keruh. Kartilago
fibrosa terdapat pada ruas-ruas tulang belakang, simfisis pubis, dan
persendian. Kartilago fibrosa berfungsi untuk menyokong dan melindungi bagian
di dalamnya.
Gambar 7. Penampang kartilago fibrosa
(3) Kartilago Elastis
Kartilago elastis mengandung serabut elastis dan serabut kolagen.
Matriksnya berwarna keruh kekuning-kuningan. Kartilago ini lebih elastis dari
kartilago yang lain sehingga mudah pulih posisinya. Kartilago ini terdapat di
epiglotis, daun telinga, dan bronkiolus. Kartilago elastis berfungsi untuk
memberi fleksibilitas dan sebagai penyokong..



Tidak ada komentar:
Posting Komentar